membahas tentang segudang,tips dan trik androit,teknologi,tips dan trik komputer,perbedaan dan persamaan, ilmu kesehatan & hiburan.

Saturday, October 21, 2017

Perbedaan Hipotermia dan Hiponatermia

Hallo sahabat perbedaan dan persamaan pembaca banker Ilmu. salam ya terimakasih telah menyempatkan selalu mampir disini.

Perbedaan Hipotermia dan Hiponatermia

Mungkin sebagian dari kita sudah tak asing mengenai kedua hal itu, atau mungkin ada juga yang gak tau, pernah denger tapi apaya.. yuk kita sama-sama mengetahui apa sih Perbedaan Hipotermia dan Hiponatermia 
perbedaan hipotermia


Hipotermia

Hipotermia adalah dimana sebuah kondisi kesehatan yang membutuhkan penangan medis darurat. Kedaan seperti ini biasanya terjadi diasaat kondisi temperatur tubuh yang menurun drastis di bawah suhu yang normal pada umumnya yang dibutuhkan pada tubuh oleh metabolisme dan fungsi tubuh.  Pada umumnya yaitu berada di suhu yang rendah seperti dibawah 35'C.
Ketika suasana tubuh yang berada jauh dari suhu yang normal dibawah titik normalnya pada sistem saraf dan fungsi organ tubuh lainnya akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani maka Hipotermia dapat menyerang serta menyebabkan kegagalan sistem paernafasan dan sistem sirkulasi Jantung. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian.

Penyebab utamya pada Hipotermia adalah pada suhu udara yang dingin, sejumlah situasi yang berpotensi menyebabkan hipotermia dalam kondisi ini seperti berikut:

  • Tidak mengenakan pakaian yang sesuai saat mendaki gunung sebagai pelindung tubuh di suhu yang dingin
  • Berada terlalu lama pada tempat yang dingin
  • Jatuh kekolam
  • Mengenakan pakaian yang basah dalam waktu yang lama
  • Suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah yang terkusus bagi para manula dan juga bayi

Perbedaan dan jenis-jenis Hipotermia

Berdasarkan urutan dan tingkatannya kecepatan hilangnya panas pada tubuh pada hipotermia dapat dibedakan menjadi tiga bagian seperti:
  • Hipotermia Akut atau Imersi. Dimana kondisi seperti ini terjadi ketika seseorang kehilangan suhu panas tubuh yang secara mendadak dan sangat cepat. Seperti contoh, saat seseorang jatuh kekolam yang memiliki suhu dingin.
  • Hipotermia Akibat Kelelhan. Pada kondisi seperti ini yang kondisi terlalu lemah dan tidakakan mampu menghasilkan panas. Sehingga orang pada kondisi seperti ini akan jatuh pada kondisi dimana Hipotermia.
  • Hipotermia Kronis. Jenis yang seperti ini umumnya terjadi apabila kondisi panas tubuh menghilang secara berlahan, konsi ini biasanya terjadi pada para lensia atau juga pada tunawisma yang tidur berada diluar ruangan.

Faktor Serta Resiko Hipotermia

Serangan Hipotermia bisa terjadi kapan saja dan pada siapasaja nemun, ada sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan resiko seseorang yang mengalami hipotermia di kondisi ini. Faktor ini meliputi:
  • Usia Bayi dan manula: Kemampuan tubuh untuk mengendalikan temperatur tubuh yang belum berkembang dengan sempurna pada bayi dan juga yang menurun pada manula.
  • Minuman Keras dan juga obat-obatan terlarang: Dimana alkohol dan juga obat-obatan terlarang mampu melebarkan pembuluh dara sehingga yang terjadi mempercepat dan meningkakan pelepasan panas tubuh dari permukaan kulit. Tubuh dalam kondisi mabuk dapat menyebabkan seseorang tidak menyadari situasi dan juga cuaca dingin di sekitarnya.
  • Terlalu lama berada di suhu yang dingin: Umumnya hipotermia juga terjadi pada orang yang terlalu lama berada di suhu yang dingin, ini biasanya terjadi pada para pendaki gunung atau juga pada tunawisma.
Perbedaan Hiponatermia

Perbedaan HIponatermia

Hiponatermia adalah istilah dalam medis untuk menggambarkan kadar natrium dala darah yang lebih rendah dari batas normalnya. Dalam tubuh kita, natrium memiliki sebuah fungsu utama yaitu membantu mengendalikan kadar air dalam tubuh kita.

Disisi lain natrium juga dibutuhkan oleh tubuh agar fungsi tubuh dapat terjaga dengan baik seperti contoh untuk mengendalikan darah, fungsu saraf, serta juga pada kinerha otot. Zat ini pada umumnya dapat ditemukan dalam cairan luar sel tubuh seperti cairan ekstrasel 

Gejala dna Penyebab Hiponatermia

Dimana pada konsisi sat kadar natrium dalam cairan ekstrasel lebih rendah dari batas normal umunya, air akan masuk kedalam sel untuk menyeimbangkan kondisi tersebut. Perpindahan air dari luar sel ke dalam sel yang akan menyebabkan sel-sel membengkak.

Pembengkakan tersebut yang kemudian akan berpotensi menyebabkan munculnya gejala hiponatermia. Beberapa gejala pada umumnya yang sering dialami oleh pengidap Hiponatermia seperti:
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Mual serta muntah
  • Kejang-kejang
  • Kram otot atau kelemahan otot
  • Gelisah
  • Uring-uringan
  • Lemas dan merasakan lelah
  • Turunnya tingkat kesadaran yang dapat berujung pada koma dan juga bahkan dapat menyebabkan kematian.
Bagi anda yang mungkin merasakan dari beberapa hal tersebut disarankan segera untuk memeriksakan diri ke dokter ketika gejala-gejala tersebut dirasakan. Terauma bagi anda yang mengidap penyakit atau kondisi sehat tertentu yang mungkin bisa memicu hiponatermia.

Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Hiponatermia
Dikondisi normal kadar natrium yang seharusnya dalah 135 -145 mEq/liter "(milequivalen per liter)". Jika berada di angka tersebut maka anda dapat dikatakan mengidap hiponatermia. beberapa hal diantara lain yaitu:

  • Pengaruh pada Usia- dimana di usia lansia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami hiponatermia. Selain lensia juga pada bayi juga sangat beresiko lebih tinggi untuk mengalami hiponatermia. dari kedua kelompok inilah dimana usia kurang bisa menyadari rasa haus dan kurang bisa mengendalikan asupan pada cairan tubuh.
  • Mengalami diare atau muntah yang parah dan kronis. Dimana dalam kondisi ini pemicunya yaitu kurang nya kadar natrium serta elektrolit lain dari tubuh.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman atau kurang minum. Pada kondisi ini terjadi terlalu banyak air umumnya akan memicu hiponatermia. Natrium dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk keringat. Produksi keringat yang secara berlebihan pada orang-orang yang melakukan lari maraton, akan menyebabkan kandungan natrium dalam darah akan berkurang. Sedangkan kekurangan minum pemicunya terjadi kehilangan cairan serta elekrolit lainya.
  • Obat-obatan tertentu- sebagai contoh seperti pil diuretik antidepresan. Serta peredaran sakit
  • Obat-obatan terlarang. khususnya ekstasi
  • Kondisi Kesehatan Tertentu. Contoh gagal jantung. Penyakit ginjal, sirosis hati. Syindrome Of inappropriate anti-diuretic atau SIADH ("dimana kondisi yang muncul ketika produksi hormon anti-diuretik sangat tinggi"). Serta rendahnya kadar hormon tiroid akibat gangguan pada kelenjar adrenal

Diagnosis dan Pengobatan Hiponatermia

halnya seperti penyakit-penyakit pada umumnya, diagnosis awal pada hiponatermia diawali dengan dokter yang memeriksa pada kondisi tubuh/fisik, seperti menanyakan gejala-gejala serta seperti riwayat kesehatan anda dan juga keluarga. Proses ini, saja tidaklah cukup untuk mengetahui apakah seseorang mengidap hiponatermia atau tidak mengidap hiponatermia. Oleh karena itu ada hal lain seperti anda akn melalui tahap pemerikssaan detail seperti ters darah dan juga tes urine.  Dengan dilakukannya kedua hal tersebut maka akan diketahui apakah anda mengitap hiponatermia atau tidak.