membahas tentang segudang,tips dan trik androit,teknologi,tips dan trik komputer,perbedaan dan persamaan, ilmu kesehatan & hiburan.

Monday, August 15, 2016

Perbedaan Kucing Anggora dan Persia

Perbedaan Kucing Anggora Persia - Kucing adalah merupakan salah satu hewan yang sangat banyak diminati oleh manusia dari segala umur. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan membuat hewan yang satu ini banyak dicari oleh para majikan. Di dunia, ada 2 jenis kucing yang tersebar luas namun asli hanya dari beberapa daerah saja, seperti Kucing Anggora dan Kucing Persia. Banyak sekali para calon majikan yang tidak bisa membandingkan atau membedakan antara mana kucing anggora dan mana kucing persia, sehingga terkadang membuat mereka gampang untuk ditipu oleh penjual kucing. Kedua jenis kucing ini, yaitu kucing persia dan kucing anggora memang sudah menjadi kucing favorit bagi semua kalangan. Tak jarang, kebanyakn manusia bila ditanya suka atau ingin mengasuh kucing jenis apa, maka mereka akan menjawab kucing persia dan kucing anggora. Sudah pasti diaantara salah satu kucing jenis tersebut.

Bahkan, ada beberapa negara di dunia yang sudah rutin menggelar kontes fashion kucing dan kebanyakan kucing yang ikut didaftarkan adalah kucing jenis kucing persia dan kucing anggora. Lenggak-lenggok dari kucing anggora dan persia memang sangat unik dan menggemaskan.

Perbedaan Kucing Anggora dan Persia


Bentuk Wajah



Kucing Anggora – si kucing Anggora memilki bentuk wajah seperti kucing lokal atau kucing kampung, bentuknya sedikit segitiga dengan hidung yang sedikit mancung. Kemudian telinganya cenderung runcing dan panjang.

Kucing Persia – untuk kucing Persia bentuk wajahnya cukup bulat, dengan hidung yang kebanyakan pesek (untuk Persia Peaknose) atau tidak terlalu mancung (untuk persia Medium), kemudian jika kamu memperhatikan bagian samping dari kucing ini, dahi, hidung dan dagu terlihat datar. Mata dari kucing persia juga bervariasi dibanding si kucing Anggora.

Bentuk Tubuh



Kucing Anggora – ukuran tubuh dari kucing Anggora ini bisa dibilang ideal, ia terlihat langsing kemudian ototnya tidak menonjol. Ia juga punya bentuk tubuh yang terlihat lebih tinggi.

Kucing Persia – untuk kucing Persia, ia terlihat lebih gemuk bulat dibandingkan dengan kucing Anggora. Badannya juga tidak setinggi kucing Anggora, karena bisa dilihat dari kakinya yang pendek namun kokoh besar dengan caakar yang membulat.

Bulu



Kucing Anggora – pada kucing Anggora umumnya punya bulu yang tebal tapi tidak setebal kucing Persia, namun pada ekor kucing Anggora bulunya paling panjang dan tebal bahkan disebut sebagai ekor musang karena kemiripannya. Pada bagian wajah, bulu yang dimiliki kucing Anggora tidak tebal maupun panjang sehingga lebih cenderung sedikit lebih lebat dibandingkan dengan kucing lokal.

Kucing Persia – kemudian pada kucing Persia dikenal sebagai kucing yang bulunya tebal, dari bulu di wajahnya saja sudah tebal. Dari leher hingga ekor juga ditutupi oleh bulu yang tebal khususnya kucing Persia yang berdarah murni.

Aktivitas



Kucing Anggora sangat suka bermain dan berlari-lari. Kucing ini sangat aktif. Mungkin, jika kamu memelihara kucing Anggora ini, kamu akan jarang sekali melihat kucing ini diam. Sedangkan, kucing persia lebih sulit untuk diajak bermain. Kucing ini lebih sering diam dan manja sekali dengan majikannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh ukuran badannya yang besar. Sehingga terlihat malas.

Kepribadian


Kucing Anggora – pada kucing Anggora, ras kucing ini umumnya lebih aktif, senang bermain, energik dan penurut. Kucing Anggora cukup cerdas, suka berinteraksi dengan manusia, punya rasa ingin tahu yang tinggi, mudah dilatih, beradaptasi dan ramah dengan manusia maupun hewan lain (Wikipedia Indonesia).

Kucing Persia – kucing ini punya sifat yang berbeda dengan kucing Persia, ia lebih kalem, penurut, sedikit malas dan manja.

Daerah Asal


Kucing Anggora – kucing ini merupakan salah satu ras tertua dari kucing, berasal dari daerah Ankara (Angora) di Turki yang konon dikenal sejak tahun 1600an.

Kucing Persia – ras kucing berbulu panjang ini berasal dari daerah Persia (sekarang Iran) yang pertama kali dibawa atau diperkenalkan ke negara Italia sekitar tahun 1620an dan akhirnya bisa terkenal hingga ke Indonesia.